Menghitung Untung di Market Day, Cara Siswa SD-Islamic Global School Malang Menjadi Wirausaha

Para siswa belajar menjadi entrepreneur dengan menjual berbagai hasil karya utamanya dalam bentuk makanan dan minuman. Kegiatan itu diikuti seluruh siswa kelas IV, Jumat (28/2/2020). Retno, Wali Kelas IV-A menyebutkan, Market Day mendidik anak untuk mengembangkan softskill entrepreneur sekaligus penguatan karakter.Dalam kegiatan itu, setiap kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 1-5 siswa, sehingga total ada 15 lapak. Delapan lapak menjual makanan dan minuman. Tujuh lapak menjual alat tulis.

Menu yang dijual berbeda agar lebih kreatif dan barang yang dijual tidak sama dengan seller kelas lainnya. Fatimah yang menjadi seller kelas IV-A menjual roti. Kelas IV-B menjual minuman dingin dan hangat.“Senang bisa belajar berjualan. Ternyata repot dan membingungkan ketika banyak pembeli yang datang ke tempat saya. Yang satu ingin beli roti, yang lain akan membayar. Itu membuat bingung. Untungnya kami berkelompok. Coba kalau berjualan sendiri, pasti terjadi keributan,” tutur Adel siswakelas IV-A. Kegiatan Market Day dimulai pada pukul 08.00. Anak-anak mendapatkan form penjualan yang berisi barang yang akan dijual beserta harganya. Mereka harus mendata barang yang sudah terjual. Itu diisi di akhir kegiatan agar dievaluasi para guru.

Supaya menarik pengunjung bazar, para siswa mempromosikan barang dagangannya. Setiap kelas mengirimkan perwakilannya ke depan lapaknya untuk berkreasi mempromosikan dagangannya.“Dalam acara itu tidak ada intervensi dari guru atau sekolah. Anak-anaksendiri yang berkreasi. Pendanaan juga dari anak-anak dan wali kelas. Sekolah hanya menyiapkan tempat dan meja untuk berjualan,” tutur Leli, guru kelas IV-B.Market Day adalah salah satu program kelas IV dan baru pertama dilaksanakan untuk mengenalkan jiwa entrepreneur. Itu sebagai bekal anak-anak saat terjun ke masyarakat setelah lulus nanti.

Selain itu, mereka diajak bersikap mandiri dan bergotong royong. Anak-anak diberi kebebasan untuk mempersiapkan lapak, memilih dan menjajakan barang dagangannya. Guru hanya memberi rambu-rambu yang dijual dalam bentuk makanan dan minuman tradisional yang sehat dan tidak mengandung bahan pengawet. Mereka juga bisa menjual alat kantor berupa alat tulis dan aksesori karya mereka.“Pengalaman yang diperoleh dapat dikembangkan saat nanti menempuh pendidikan di sekolah yang lebih tinggi,” ujar Didi, siswa kelas IV-D Banyak pelajaran yang diambil dari kegiatan itu. Salah satunya adalah belajar bertanggung jawab dan bekerja sama.

Ach Fikri Fausi
Pengajar di SD-Islamic Global School Kota Malang
fikrifausi93@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *